Yang Tak Pernah Sampai
Hai, teman-teman. Eh, gak tau deng, bingung buat disebut teman. Em, boleh aku sampaikan sesuatu yang tak pernah aku sampaikan dulu? Pertama. Kamu tahu? Cita-citaku cukup tinggi waktu aku masuk sekolah ini. Keinginanku belajar hal baru sangat tinggi waktu itu. Tapi semangatku patah saat seseorang mengatakan, " yah... " dengan nada menyesal. Posisinya saat itu pembentukan grup, diacak, dan aku kurang ingat apakah aku disebut terakhir atau sebaliknya sama orang itu. Pokoknya, saat dia tahu kalau dirinya satu grup denganku, dia bersuara seperti itu. Sampai hari ini, aku masih ingat itu siapa. Meski begitu, meski aku orang yang secara gak langsung disakiti, aku gak akan pernah bilang dengan jelas bahwa kamulah orangnya. Bukankah menyakitkan kalau sudah memiliki imej baik, tapi orang yang dulu kamu sakiti tiba-tiba bicara tentang perlakuanmu yang menyakiti orang tersebut? Ya, aku gak mau menghancurkan itu. Kalaupun aku bilang dengan jelas, pasti semua orang berpihak pad...