Kamu Yang Paling Tau
Kenapa kamu kayak paling tau tentang aku? Kenapa kamu kayak tau banget soal latar kehidupan aku? Kenapa kamu gampang menghakimi orang lain yang bahkan enggak dekat kamu sama sekali? Kenapa kamu bisa bercanda kalo kehidupan lama aku gak ada capeknya?
Aku kesel. Aku juga marah.
Dulu, pertama kalinya aku dihakimi disini waktu kamu bilang bahwa aku kurang bersyukur.
Hey, tau dari mana aku enggak bersyukur dalam hidup aku? Kapan terakhir kamu dengar aku bersyukur? Siapa sih, kamu? Apa kamu pikir bersyukur menyelesaikan masalah?
Kamu benar, kok. Kamu benar, dengan bersyukur itu kita bisa lebih bahagia. Tapi, izin aku kasih tau kamu. Bersyukur enggak menyelesaikan semua masalah. Jujur, rasa tersinggung aku masih keinget kalo udah liat kamu.
Kamu juga. Kamu yang merasa paling dekat sama aku.
Kapan kamu ajak-ajak aku? Apa kamu tau alasan aku gak ikut kegiatan itu? Dan kenapa cerita bohong itu harus diceritain ke mereka yang dibawah?
Rasa kesal sama tersinggung aku lebih tinggi lagi, karena kamu sampai ceritain ke orang-orang baru. Kamu aneh.
Terus juga kamu, kamu pikir masa lalu aku gak capek? Tau betul kah kandang macan yang kamu bilang? Tau dari mana sekarang lebih capek daripada masa lalu aku? Harus aku jabarin kah apa hal yang bikin aku capek dulu? Dan kenapa kamu semua ketawa? Bukannya itu perasaan kamu aja?
Aku coba terima karena aku sendiri bukan bilang capek yang kamu paham, aku mewajari kalo ada yang salah paham. Tapi ada kamu yang seolah jadi diri aku, seolah masa lalu aku gak capek kayak sekarang. Disayangkan lagi, setelah aku cerita apa yang sebetulnya aku maksud, disana gak ada maaf. Aku malah dikasih motivasi yang padahal gak aku butuh.
"WOW! Mendadak ikut seminar MLM!"
Aku sendiri udah bilang kalau aku tersinggung. Kenapa harus terus-terusan kasih aku motivasi? Apa pula hubungannya aku yang sayang kucing? Kamu pikir itu positif. Bener, positif, kok! Tapi salah tempat. To spread positivity, you don't have to spread it all the time sampe gak paham situasi, sist. Gak jarang perkataan positif bisa melukai seseorang. Ya, kayak yang kamu lakuin itu.
Aku tersinggung banget, jujur. Aku agak marah karena seolah kamu semua paham masa lalu aku. Kamu sok tau.
Kamu semua bilang itu karena baru ngerasain capek disini, kah? Puncaknya capek kamu cuma disini, kah? Kalo iya, akupun gak berhak sih menghakimi rasa capek kamu. Karena kalo kamu ada di posisi aku dulu pun, bisa aja kamu lebih kuat. Ya, meski aku meragukan, sih. Karena aku yang dulu lemah ini, sekarang capek 'hanya' karena tugas. Bukan capek batin yang sampai kehilangan motivasi dan arah hidup, bukan capek yang kehilangan semangat hanya karena ucapan seseorang lagi.
Kamu gak tau 'kan, rasanya ketakutan sama hari besok? Cemas ketemu orang di sekolah? Gak tau? Atau tau tapi emang dasarnya gak punya empati?
Yeah, we're not on the same boat. Kita memang gak tau gimana rasanya jadi orang yang merasa kesulitan dan justru ketidaktahuan kita itu yang membuat kita gak seharusnya bersikap buruk ke orang lain.
Ps. Ini keluhan aku hari ini. Maaf, aku sangat menyayangkan kamu semua yang punya niat dan nilai yang lebih besar dari aku.
Komentar
Posting Komentar